Image result for google stadia

Jakarta – Bulan Maret lalu, Google memperkenalkan platform gaming berbasis komputasi bernama Stadia. Rencananya, platform tersebut akan diluncurkan bulan November mendatang. Ide dari Stadia ini adalah menawarkan platform gaming yang bisa dimainkan secara streaming tanpa harus membeli konsol, mengunduh game, atau membeli disk.

Semua pengolahan data game bertumpu pada komputasi awan atau pusat data Google. Pemain bisa memainkan game-game yang tersedia melalui TV yang didukung Chromcast Ultra, desktop, laptop, atau smartphone yang dimulai dengan Google Pixel 3/3XL, dan Pixel 3A/3A XL.

Nantinya, pemain bisa menggunakan kontroler yang sudah dimiliki, termasuk keyboard, mouse, PS 4, dan XBOX, meski Google sendiri juga menyediakan Stadia Controller yang dibanderol 69 dollar AS (Rp 979.000).

Image result for google stadia

Kelebihan pengendali tersebut adalah adanya tombol Google Assistant dan tombol perekaman untuk mengambil foto dan video dari permainan. Stadia tersedia dalam berbagai resolusi dan kecepatan data. Paling kecil adalah 10 Mbps yang memungkinkan pengguna melakukan streaming pada 720p 60 fps dengan stereo audio.

Ada pula 20 Mbps yang bisa digunakan untuk streaming 1080p 60 fps dengan 5.1 Surround Sound. Jika kurang puas dan ingin merasakan pengalaman yang maksimal, pemain bsia menggunakan resolusi 4K 60 fps dengan 5.1 Surround Sound dengan kecepatan data 35 Mbps.

Sebagai debut, Stadia akan meluncur di 14 negara, yakni Belgia, Finlandia, Kanada, Denmark, Perancis, Jerman, Irlandia, Italia, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Inggris, dan AS.

Pilihan kecepatan data dan resolusi platform gaming Stadia

Google berjanji akan memperluas ekspansi Stadia pada 2020 ke lebih banyak negara, demikian dilansir dari Gizmo China, Minggu (9/6/2019). 

Jenis mode dan harga langganan Sebagaimana platform gaming lain, Stadia juga akan memiliki beberapa mode. Ada Stadia Base atau mode gratisan yang akan tersedia tahun depan. Dengan mode ini pengguna bisa membeli game kapanpun, namun mereka tidak akan mendapatkan game gratis atau diskon untuk beberapa pembelian tertentu.

Pengguna yang tidak berlangganan masih bisa melakukan streaming pada 1080p 60 fps. Ada pula Stadia Pro dengan harga langganan 9,99 dollar AS (sekitar Rp 141.000) per bulan. Dengan mode ini, pemain bisa membeli game kapanpun mereka mau serta mendapatkan diskon untuk beberapa pembelian tertentu.

Image result for google stadia

Mereka juga akan mendapatkan game gratis secara reguler seperti Destiny 2: The Collection. Dengan mode ini, pemain bisa melakukan streaming hingga 4K 60 fps dan audio 5.1 Surround Sound. Jika membatalkan langganan Stadia Pro, pengguna masih bisa bermain dengan game yang sudah dibeli dengan mode Stadia Base.

Selain Stadia Controller, Google juga menawarkan bundling Founder Edition seharga 129 dollar AS (Rp 1,8 juta). Paket ini terdiri dari Night Blue Controller, Chromecast Ultra, langganan Stadia Pro selama tiga bulan, Stadia Name ekslusif, buddy pass, dan akses ke Destiny 2: The Collection. Beberapa game yang akan tersedia di Stadia adalah:

Ghost Recon: Breakpoint, The Division 2, Assassin’s Creed Odyssey, Just Dance 2020, Trials Rising, The Crew 2, Tomb Raider Trilogy, dan Final Fantasy.